IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » IEA : Suplai Minyak Global Tahun Depan Bakal Lampaui Permintaan

IEA : Suplai Minyak Global Tahun Depan Bakal Lampaui Permintaan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 20 September 2016 | 15:47

indoPetroNews- International Energy Agency (IEA) yang berpusat di Paris, Perancis, pada Selasa (20/9/2016) mempublikasikan forecast-nya bahwa suplai minyak global pada tahun depan bakal jauh melampaui permintaan. Ini berkebalikan dengan penilaiannya pada bulan lalu yang menyatakan takkan ada surplus sepanjang sisa tahun ini.

Sementara laporan bulanan Organization of Petroleum Exporter Countries (OPEC) pada Senin (19/9/2016) menunjukkan bahwa negara-negara anggota kartel minyak tersebut memperkirakan negara-negara produsen minyak Non-OPEC terus menggenjot produksi hingga mengindikasikan surplus bakal melimpah tahun depan.

"Forecast kami dalam laporan bulan ini mensinyalkan bahwa dinamika supply-demand ini boleh jadi tidak berubah signifikan dalam bulan-bulan mendatang. Hasilnya, suplai akan terus melebihi demand hingga sepanjang paruh pertama tahun depan," ungkap IEA.

Seperti diketahui, aktivitas pabrik-pabrik pengilangan berjalan dalam laju paling lambat dalam lebih dari satu dekade, padahal pertumbuhan global berlangsung lebih lambat dibanding perkiraan awal IEA. Meski forecast demand untuk 2017 tetap berada pada 1.2 juta barel per hari (bph), tetapi forecast pertumbuhan konsumsi pada 2016 diturunkan dari 1.4 juta bph ke 1.3 juta bph.

"Kunci perubahan demand dalam laporan ini adalah erosi 300,000 bph dari estimasi permintaan global kuartal ketiga tahun 2016, dan berdampak pada dihapusnya 100,000 bph dari forecast (permintaan) netto tahun 2016," demikian laporan yang ditulis oleh Menurut EIA.

Walaupun melorotnya harga minyak telah memukul sejumlah produsen yang harus menanggung biaya produksi tinggi seperti Venezuela, tetapi penurunan output tersebut sudah lebih dari sekedar diimbangi oleh peningkatan output OPEC.

Arab Saudi dan Iran telah menaikkan produksi sebanyak lebih dari 1 juta bph sejak akhir 2014 saat harga minyak anjlok. Ini terjadi meskipun forecast demand minyak versi OPEC berkurang 530,000 bph ke angka 32.48 juta bph pada 2017. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login