IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Industrilisasi Peralatan Listrik Belum Menggeliat

Industrilisasi Peralatan Listrik Belum Menggeliat

Written By Indopetro portal on Thursday, 29 September 2016 | 18:59

indoPetroNews- Pengusaha listrik yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Listrik Seluruh Indonesia (APLSI) mendorong pemerintah melakukan industrilisasi peralatan listrik. Pasalnya, setahun lebih program 35 ribu Megawatt (MW) ini diluncurkan geliat industri ini belum terlihat.

“Kita belum lihat adanya geliat industri peralatan listrik ini,” kata Sekretaris Jenderal APLSI, Kamis (29/9/2016) di Jakarta.

Dia mengatakan, semestinya industri ini secepatnya didorong pemerintah mengingat permintaan pasar di dalam negeri sangat tinggi menyusul diluncurkannya program 35 ribu MWlebih dari setahun lalu.

Pria mengatakan, dengan adanya mega proyek infrastruktur listrik itu, captive market peralatan listrik sudah tersedia.”Ini kan konsekeunsi dari banyaknya pembangkit yang akan dibangun, industri turunannya ya akan banyak permintaan peralatan listrik,” ujar Pria. Dia mengatakan, investasi di proyek 35 ribu MW sebesar lebih dari Rp 1.000 triliun. Artinya, tersedia nilai pasar yang sangat besar. “Itu belum peralatan listrik yang terkait dengan infrastruktur jaringan distribusi listrik, lampu, trafo, dan sebagainnya,” ujar Pria.

Sejalan dengan Pria, Wakil Bendahara Umum APLSI Rizka Armadhana berharap agar pemerintah serius mengembangkan industri peralatan listrik nasional. Rizka khawatir pasar nasional yang besar ini hanya diisi dan dimanfaatkan oleh produsen peralatan listrik dari luar negeri.

Rizka mengatakan, impor pelatan listrik terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan dibandingkan impor non migas lainnya impor peralatan listrik salah satu yang tertinggi pada Juni 2016 bersama impor mesin yakni sebesar US$ 289,1 juta (18,06 persen). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai impor Indonesia Juni 2016 mencapai 12,02 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 7,86 persen apabila dibandingkan Mei 2016. Namun sebaliknya turun sebesar 7,41 persen jika dibandingkan Juni 2015. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login