IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Mantan Ketua KEN : Klaim Revisi PP 79 2010 Disepakati dan Tinggal Teken Presiden, Hanya Angin Sorga

Mantan Ketua KEN : Klaim Revisi PP 79 2010 Disepakati dan Tinggal Teken Presiden, Hanya Angin Sorga

Written By Indopetro portal on Tuesday, 13 September 2016 | 16:07

indoPetroNews- Klaim bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79/2010 telah disepakati revisinya dan tinggal tandatangan Presiden Jokowi disebut sebatas angin surga saja.

"PP 79 yang selama 5 tahun terakhir ini menjadi hantu penyebab menurunnya minat eksplorasi dan eksploitasi investor-investor migas di Indonesia, yang konon disetujui revisinya dan tinggal ditandatangani Presiden Jokowi saja nampaknya sampai sekarang hanya jadi klaim angin surga saja," kata mantan Ketua Eksplorasi Nasional (KEN) Andang Bachtiar, Selasa (13/9/2016) di Jakarta.

Masih diperlukan usaha negosiasi politik birokrasi inter departemen terutama dengan Kementerian Keuangan untuk bisa keluar dengan pasal-pasal revisi PP Nomor 79/2010 yang disetujui dua belah pihak (ESDM dan Kemenkeu).

Bahwa Kementerian Keuangan mulai mengambil langkah serius untuk duduk bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas revisi PP Nomor 79/2010, itu pun kata Andang, sebenarnya hasil kerja keras dari ESDM sejak Mei 2015 sampai Juli 2016 yang lalu, dimana lewat Komite Eksplorasi Nasional (KEN) secara resmi ESDM tidak henti-hentinya menyuarakan “Cabut PP79/2010 supaya usaha E&P Migas Indonesia bisa bangkit kembali”.

"Kemenko(Kementerian Koordinator) Ekonomi-nya Pak Darmin Nasution mulai membentuk Tim Khusus revisi PP79/2010 setelah pidato Pak Darmin di IPA (Indonesian Petroleum Association) Convention Mei 2016," tandas Andang.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, ungkap Andang, juga mulai serius membahas tentang kemungkinan revisi tersebut setelah beberapa Forum Group Discussion (FGD) Komite Eksplorasi Nasional pada kurun waktu Januari - Juni 2016. Itu pun sampai 12 September 2016 belum ada kata sepakat dari Kementerian Keuangan untuk penghapusan pasal-pasal krusial dalam PP79/2010 itu, meskipun berkali-kali (hampir tiap minggu dalam 3 minggu terakhir ini) selalu diumumkan bahwa “minggu depan insya Allah revisi PP 79/2010 sudah diteken presiden”.

"Industri Migas Indonesia harap-harap cemas menunggu realisasi janji klaim ini dari KESDM dan Kemenkeu," tegas Andang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login