IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Menggelikan, Klaim Arcandra Turunkan Anggaran Proyek Masela

Menggelikan, Klaim Arcandra Turunkan Anggaran Proyek Masela

Written By Indopetro portal on Tuesday, 13 September 2016 | 11:35

indoPetroNews- Klaim bahwa berkat jasa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar anggaran proyek blok Masela dapat diturunkan US$14 miliar dari US$22 miliar ternyata hanya isapan jempol.

“Setahu saya, sampai saat ini tidak ada satu pun dari pihak Inpex, pihak yang akan mengerjakan proyek blok Masela, yang menyetujui anggaran Masela yang US$22 miliar sudah bisa diturunkan sampai US$14 miliar. Sama sekali tidak ada pertemuan khusus yang membahas dan mengambil kesepakatan tentang hal itu antara ESDM denga Inpex maupun dengan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) yang nantinya mengawasi pelaksanaan proyek itu,” kata mantan Ketua Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Andang Bachtiar, Selasa (13/9/2016) di Jakarta.

Andang meminta agar dapat membedakan antara “punya pendapat bahwa biaya bisa diturunkan sampai 14 miliar” dengan “bisa menurunkan biaya Masela sampai 14 miliar”. “Siapapun (dengan pengetahuan dan pengalaman bahkan kurang dari 20 tahun dan dalam negeri saja) bisa saja membuat hitung-hitungan. Masalahnya, apakah hitung-hitungan itu bisa dilaksanakan oleh pelaksana proyeknya atau tidak?,” ujar Andang.

Menurut Andang, selama belum dilakukan persetujuan – negosiasi : klaim bahwa seseorang bisa menurunkan biaya dari 22 menjadi 14 miliar itu menjadi klaim yang menggelikan. “Kawan-kawan wakil rakyat yang percaya begitu saja dengan klaim itu akhirnya jadi nampak menggelikan juga,” tandas penggagas Konsorsium Riset Migas Kelautan ini.

Lebih jauh Andang juga mengemukakan klaim bahwa dalam 20 hari seorang individu (juga) telah berjasa menurunkan harga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dari US$12 miliar menjadi US$9 miliar  juga klaim absurd dan mengada-ada. “Karena sama denga klaim blok Masela, sampai saat ini pun tidak ada satu pun pihak Chevron yang merasa sudah pernah bicara dan negosiasi dengan ESDM maupun SKK Migas, yang membahas tentang dan menyetujui dengan penurunan biaya IDD project tersebut,” tandas Andang.

Dia menuturkan proyek yang seolah “ditinggalkan” oleh Chevron 2 tahu lalu karena ketidak beranian pemerintah memutuskan naik dari 9 ke 12 miliar dolar itu sekarang direevaluasi sehingga kemungkinan bisa “masuk” denga harga tetap US$9 miliar “Itu wajar-wajar saja karena 2-3 tahu lalu harga minyak masih diatas US$100.  Sementara sekarang harga minyak mentah sudah berkisar US$35 - 45 per barel,” terang Andang. Jadi, siapapun yang mere-evaluasi harga IDD proyek pasti juga akan keluar denga harga yang relatif lebih rendah dari harga 2-3 tahun lalu. Selain itu, services juga sudah “turun” harganya mengikuti turunnya harga minyak dunia.

Tetapi apakah bisa turun sampai US$9 miliar lagi, hal itu masih harus didiskusikan dengan pihak Chevron sebagai pelaksana. “Dan tentunya dalam 20 hari dari akhir Juli sampai pertengahan Agustus 2016, kita sama-sama tahu: tidak ada negosiasi meeting dilakukan oleh pemerintah denga Chevron. Sekali lagi, itu adalah klaim yang menggelikan,” tegas Andang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login