IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Untung Rp 8,3 Triliun dari Jualan BBM Subsidi

Pertamina Untung Rp 8,3 Triliun dari Jualan BBM Subsidi

Written By Indopetro portal on Friday, 23 September 2016 | 14:58

indoPetroNews- Pertamina sejatinya tidak berdagang dengan rakyat dengan cara mengambil untung yang besar dari jualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti premium dan solar.

Hal tersebut dikatakan oleh Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of  Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Jumat (23/9/2016) di Jakarta.

Menurut data yang bersumber dari Laporan Keuangan Pertamina Semester I 2016, ungkap Enny, keuntungan yang diraih Pertamina pada semester I 2016 lalu ternyata berasal dari produk-produk bersubsidi. Laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menyebutkan bahwa pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) dan penugasan (kerosene, LPG 3:kg, solar dan premiun non Jamali) telah memberikan laba hinggga US$ 755 juta. Kontribusi BBM PSO dan penugasan mencapai US$ 637 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun (kurs Rp 13.100 per US$) dan dari liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg sebesar US$ 117 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Dalam penjelasan di Laporan Keuangannya, Pertamina menyatakan bahwa laba usaha BBM PSO 449,9% lebih tinggi dibandingkan periode sama 2015. Tingginya kenaikan laba ini disebabkan oleh rendahnya biaya produk sejalan dengan penurunan harga MOPS (Mid Oils Platts Singapore) dan ICP (harga minyak mentah Indonesia) yang merupakan komponen pembentuk biaya produk.

Realisasi ICP di semester I 2016 hanya US$ 36,16 per barel, jauh dibawah RKAP Pertamina sebesar US$ 50 per barel. Maka dengan modal harga minyak yang rendah dan menjual BBM dan LPG subsidi di harga tinggi, di semester I ini Pertamina mampu mengantongi EBITDA sebesar US$ 4,1 miliar, dengan EBITDA margin 23,9% atau 128% dari RKAP yang dirancang perusahaan. Sementara laba bersihnya mencapai US$ 1,83 miliar, 113% lebih tinggi dari RKAP perseroan.

Enny pun menyayangkan sampai saat ini Pertamina tidak ada inisiatif untuk mengungkap harga keekonomian atas BBM subsidi ini secara transparan. "Masyarakat hanya disuguhkan tentang keuntungan, laba dan kinerja Pertamina tanpa tahu transparansi harga keekonomian BBM subsidi tersebut," tegas Enny.

"Pertamina harus transparan. Jangan rakyat yang menderita di atas keuntungan Pertamina," tandasnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login