IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Terbelit Dugaan Suap, KPK Turun Tangan

Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Terbelit Dugaan Suap, KPK Turun Tangan

Written By Indopetro portal on Friday, 30 September 2016 | 11:30

indoPetroNews- Maxpower Group Pte Ltd, perusahaan energi, yang berada di bawah Standard Chartered Private Equity (SCPE) tersandung dugaan penyuapan.

Kabarnya, penyuapan dilakukan untuk memenangkan sejumlah kontrak pembangkit listrik dan melicinkan bisnisnya dengan pejabat energi di Indonesia. Untuk memulihkan tata kelola perusahaan tersebut, telah ditunjuk mantan pimpinan KPK, Erry Riyana Hardjapamekas dan Endriartono Sutarto, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Endriartono dan saya ditunjuk oleh Standard Chartered untuk menjadi Komisaris Maxpower Indonesia sejak Desember 2015 untuk mendorong pemeriksaan terhadap penyimpangan yang ditemukan dan perbaikan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Erry kepada indoPetroNews.com Kamis petang (29/9/2016) di Jakarta.

Seperti diketahui, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah melakukan penyidikan mendalam terhadap Standard Chartered terkait dugaan kasus suap perusahaan energi yang berada di bawah naungannya, Maxpower Group Pte Ltd, kepada pejabat di Indonesia.

Dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS, Maxpower ikut memfasilitasi penyuapan untuk memenangkan kontrak pembangkit listrik dan untuk melicinkan bisnisnya dengan pejabat energi di Indonesia. Kasus tersebut terkait Maxpower membangun pembangkit listrik tenaga gas di Tarahan, Provinsi Lampung, dan Tarakan, Kalimantan Timur, pada 2015 lalu.

Untuk diketahui, Maxpower didirikan pada 2003 oleh tiga orang berkewarnegaraan asing, yaitu Willibald Goldschmidt, Sebastian Sauren, dan Arno Hendriks. Namun sejak Desember 2015, PT Maxpower Indonesia telah memecat para pendiri tersebut. Pada 2012 pihak SCPE membeli sebagian saham minoritas Maxpower. Pada 2015 Standart Chartered meningkatkan kepemilikan saham menjadi mayoritas. Komposisi kepemilikan menjadi SCPE 50%, pendiri 30%, dan pemegang saham lokal 20%.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun juga akan menurunkan tim terkait kasus dugaan penyuapan terhadap pejabat Indonesia yang sedang diinvestigasi oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. "Iya, saya dapat informasi juga," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Rabu (28/9/2016) di Puti Emperium, Kuningan, Jakarta. "Saya tadi pagi minta kepada teman-teman untuk ikut mengumpulkan data, fakta, mengenai itu," ujarnya.

Sebagai catatan, Maxpower memiliki keahlian dalam instalasi pembangkit listrik tenaga gas berskala kecil-sedang dan mempunyai sejumlah proyek di Sumatera, Kalimantan dan Papua. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login