IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Plt Menteri ESDM : Cost Recovery Kita Ciut-ciutkan

Plt Menteri ESDM : Cost Recovery Kita Ciut-ciutkan

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 September 2016 | 13:11

indoPetroNews- Pemerintah tengah mengkaji untuk menghitung ulang cost recovery. Hal ini untuk menganalisis cost recovery yang cukup besar, sedangkan lifting minyak dan gas bumi (migas) sulit mencapai target. "Cost recovery sedang kita ciut-ciutkan," kata Luhut, Selasa (21/9/2016) di Jakarta. Cost recovery sedang dicek dan harus bisa ditekan.

Mantan Menteri Perdagangan dan Perindustrian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengungkapkan, saat ini pembahasan mengenai revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 79 tahun 2010 tentang biaya operasi yang dapat dikembalikan atau cost recovery dan pajak penghasilan di bidang usaha hulu migas masih terus dibicarakan. Dia mengakui, pembicaraan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perihal revisi aturan ini masih sangat alot. "Masih jalan sekarang. Masih ada tarik-tarikan," imbuhnya.

Tarik-tarikan tersebut disebabkan Kemenkeu tidak ingin kehilangan pendapatan dari pajak eksplorasi yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Meski demikian, Luhut mendesak agar Kemenkeu mau mengerti situasi yang terjadi di sektor migas.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman ini, sektor migas tengah membutuhkan kelonggaran melalui revisi PP 79. Tujuannya agar investasi di sektor migas bisa bergairah kembali.

"Sekarang seperti yang saya bilang kalau kamu buat peraturan seperti ini, kamu pajakin mereka eksplorasi ya enggak mau datang, kalau orang enggak mau datang ya kau dapat apa. Ya kau kasih insentif dulu, dia eksplorasi dulu dia berhasil baru kau pajakin. Seperti itulah," tuturnya.

Untuk itu, kata Luhut, pihaknya akan terus secara aktif melakukan koordinasi untuk membahas kelanjutan beleid tersebut. Hal ini dilakukan agar kemudahan-kemudahan untuk menstimulus investasi dan pengurangan harga gas bisa tercapai.

Sampai Agustus 2016, cost recovery sudah mencapai US$6,5 miliar. Sedangkan biaya cost recovery yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar US$8 miliar. "Masih banyak yang perlu disederhanakan. Misalnya itu cost recovery," kata Luhut. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login