IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , , » Produksi Gas Alam Offshore Perdana Chevron di Indonesia

Produksi Gas Alam Offshore Perdana Chevron di Indonesia

Written By Indopetro portal on Friday, 2 September 2016 | 14:22

indoPetroNews- Chevron Indonesia Company Ltd. mengumumkan bahwa pihaknya telah memulai produksi gas pertamanya melalui Proyek Pengembangan Lapangan Bangka di perairan Indonesia, Rabu (31/8/2016).

“Gas pertama Proyek Bangka ini merupakan pencapaian penting dan perwujudan komitmen Chevron untuk terus mendukung pencapaian target energi pemerintah dan menghasilkan energi secara selamat, efisien, dan andal bagi Indonesia,” kata Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor.

Chuck mengatakan, ”Proyek ini menunjukkan pula komitmen Chevron untuk membawa kemampuan global dan teknologi terkini untuk Indonesia, serta menerapkan praktik terbaik dan keahlian dari proyek-proyek laut dalam Chevron di seluruh dunia.”

Proyek Bangka memiliki kapasitas 110 juta kubik kaku gas alam dan 4000 barel kondensat per hari. Lapangan Bangka, yang 62 persen kepemilikannya dimiliki Chevron, adalah tahap awal dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang dioperasikan di Kalimantan Timur oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Bersama Eni yang memiliki kepemilikan sebesar 20 persen dan Tip Top 18 persen atas Lapangan Bangka, Chevron melakukan kerja sama joint venture. Chevron memulai kegiatan pengeboran sumur pada semester kedua 2014 setelah dikeluarkannya Final Investment Decision (FID) oleh Pemerintah Indonesia pada tahun yang sama.

Sebagai perusahaan yang telah aktif selama 92 tahun di Indonesia, Chuck mengklaim perusahaannya telah menjadi mitra utama dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta mendukung pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi mereka. Tercatat Chevron telah memproduksi 12 triliun barel minyak dari beberapa lapangan seperti, Sumatera dan offshore Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Chevron telah berhasil meraup keuntungan lebih dari US$36.8 triliun dari proyek panasbuminya. Hal ini disebutkan oleh The Wall Street Journal (WSJ). (Gadih)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login