IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Sekjen APMI : 300 Juta USD Tunggakan Hutang PSC Belum Dibayar

Sekjen APMI : 300 Juta USD Tunggakan Hutang PSC Belum Dibayar

Written By Indopetro portal on Tuesday, 27 September 2016 | 15:34

indoPetroNews- Sejumlah Production Sharing Contract (PSC) belum membayar tagihan hutang kepada beberapa perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI). Konon karena mereka terlilit kesulitan keuangan akibat fluktuasi harga minyak di pasar dunia.

"Kalau kesulitan keuangan, kenapa mesti kami yang menanggung," kata Sekretaris Jenderal APMI Dharmizon Piliang kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Senin (26/9/2016) di Jakarta.

Pada intinya, ungkap Dharmizon, setelah perusahaan anggota APMI bekerja mengerjakan kontrak pendek (untuk 3 - 4 sumur) telah selesai dan ter-deliver-i, sumur pertama dibayar tetapi sumur kedua dan ketiga belum dibayar. "Ini terus berlanjut sehingga tagihannya berjalan terus hingga ulang tahun belum juga dibayar," katanya.

Ketika ditanyakan jumlah nominal tunggakan yang belum dibayar, Dharmizon mengatakan,
"Yang sudah secara pasti menyerahkan data survei kepada kita, termasuk data penunjang hulu, ada sebesar 300 juta USD".

Umur penagihannya pun beragam. "Ada yang sudah 2 tahun dan setahun setengah. Bahkan ada yang sudah tiga tahun," tandasnya.

Saat ditanyakan apakah para PSC yang menunggak pembayaran tersebut telah dilaporkan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas), Dharmizon mengakui telah melaporkannya.

"Sudah pernah kita komunikasikan dengan stakeholder di SKK Migas tapi kita belum menyampaikan data secara keseluruhan," tandasnya.

Dia menyatakan pihak SKK Migas berkomitmen untuk membantu dan menyelesaikan persoalan tersebut. "Dalam Forum Komunikasi Keselamatan Migas di Bali, juga sampaikan ke stakeholder (Dirjen Migas dan SKK Migas). Mereka akan membantu. Bahkan kita akan juga melibatkan Bapak Luhut Binsar Pandjaitan," tegas Dharmizon, sembari menyampaikan pihak APMI akan melakukan deklarasi pada Oktober 2016.

"Pada forum itu, kita akan menyerahkan bundel data-data. Biarlah mereka yang akan men-treatment seperti apa. Kita hanya mendorong aspirasi dari perusahaan-perusahaan anggota asosiasi agar apa yang alami ini bisa diselesaikan oleh regulator dan pemegang kebijakan," pintanya.

Pihaknya, lanjut Dharmizon, berharap agar masalah piutang ini segera dibayar. PSC yang belum melunasi piutang tersebut terdiri dari perusahaan asing dan ada pula  joint venture. Total jumlah perusahaan yang menunggak terdapat belasan PSC.

Akibat tersendatnya pelunasan hutang ini, lanjut Dharmizon, tidak sedikit perusahaan di bawah APMI mengalami efisiensi dan merumahkan sejumlah karyawan. Bahkan ada perusahaan yang dinyatakan pailit. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login