IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , » Shell Mulai Produksi Ultra Deepwater di Teluk Meksiko

Shell Mulai Produksi Ultra Deepwater di Teluk Meksiko

Written By Indopetro portal on Wednesday, 7 September 2016 | 15:34

indoPetroNews- Royal Dutch Shell mengumumkan bahwa pihaknya telah memulai produksi lapangan laut dalam ultranya di Teluk Meksiko melalui statement pada website perusahaan Selasa (6/9/2016).

The Stones, site yang membentang sepanjang 200 mil barat daya New Orleans ini diestimasi akan memproduksi hingga 50 ribu barrel of oil per day (BOPD) sejak akan dioperasikan full capacity di akhir 2017. Dengan kedalaman yang mencapai hampir mencapai 9.500 kaki, proyek laut dalam ini menjadi proyek produksi minyak dan gas bumi terdalam. Proyek tersebut dioperasikan dan dibiayai seluruhnya oleh perusahaan Inggris-Belanda tersebut.

“Stones merupakan contoh terbaru dari leadership, kapabilitas dan pengetahuan kami dimana merupakan kunci untuk pengembangan sumber minyak laut dalam yang menguntungkan,” kata Upstream Director Royal Dutch Shell Andy Brown pada statement tersebut. “Tumbuhnya keahlian kami menggunakan teknologi dalam cara yang inovatif akan membantu kita untuk dapat mengolah lebih banyak sumber laut dalam di seluruh dunia.”

Andy mengatakan bahwa inovasi yang digunakan akan memberikan keuntungan sampai US$1 triliun saat proyek benar-benar selesai dijalankan. Disebutkan juga pada statement tersebut bahwa perusahaan telan merancang vessel untuk floating production, storage and offloading (FPSO) yang mampu bertahan terhadap bencana alam.

“Ketika di tengah badai hebat atau angin topan, FPSO dapat diputuskan hubungannya dan berlayar menjauhi lokasi. Saat badai telah berlalu, vessel akan kembali dan melanjutkan produksi dengan aman,” jelas Andy.

Proyek ini juga mengizinkan ilmuwan kelautan dari University of Southern Mississippi dan institusi lainnya untuk mengolah data baru tentang kehidupan bawah laut dan gelombang laut di Teluk Meksiko. Para peneliti tentu saja tertarik untuk mengukur perubahan iklim yang mempengaruhi seluruh samudera di dunia baru-baru ini.

“Coba bayangkan apa yang dapat kita pelajari dengan mengumpulkan data penelitian laut dalam di spot yang sama sepanjang proyek berjalan—sekitar 25 tahun lamanya,” kata Dr. Pak Leung, Oceanographer perusahaan kepada publikasi Shell, Inside Energy. (Gadih/Oilprice)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login