IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Terancam Bangkrut di 2017, Libya Andalkan Kembali Ekspor Minyak

Terancam Bangkrut di 2017, Libya Andalkan Kembali Ekspor Minyak

Written By Indopetro portal on Monday, 26 September 2016 | 14:14

indoPetroNews- Libya terancam kehabisan dana di 2017 untuk menjalankan operasional pemerintahan jika ekspor minyaknya tidak kembali seperti saat sebelum perang sipil terjadi, menurut National Oil Company (Perusahaan Minyak Nasional) Libya.

“Bukan lagi rahasia kita sedang menuju kebangkrutan,” kata direktur NOC Mustafa Sanalla sepekan sebelum pertemuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Algeria.

“Saat ini kami menjalankan anggaran dengan defisit yang besar dan kami sudah menghabiskan setengah dari cadangan kami di beberapa tahun terakhir ini”, kata Mustafa. “Tanpa dimulai laginya ekspor maka dipastikan kami kehabisan dana tahun depan.”

Pernyataan Mustafa ini dikeluarkan setelah pelabuhan Ras Lamuf mengirimkan kapalnya untuk pertama kalinya sejak dua tahun ini. Kargo 776.000 barel minyak ini meninggalkan terminal seminggu setelah pasukan militer kubu Khalifa Hafter mencapai pelabuhan dan mengembalikan kontrol NOC.

Cadangan minyak Libya merupakan cadangan minyak terbesar di Afrika dengan total 48 miliar barel. Tahun-tahun krisis semenjak lengsernya Muanmar Ghaddafi menyebabkan laju produksi turun dari 1,6 juta barel per hari (bph) menjadi 285.000 bph di bulan Mei, dan 260.000 bph di Agustus ini.

Kepala departemen pengukuran minyak di NOC Ibrahim Al-Awami mengatakan melalui telepon kepada Bloomberg pada Selasa (20/9), kini produksi Libya sudah naik lagi menjadi 450.000 bph.

Mustafa memperkirakan biaya yang hilang akibat produksi minyak sejak 2013 hingga saat ini mencapai US$100 miliar.

“Minyak bisa dan seharusnya menjadi pemersatu,” kata Mustafa. “Kita harus bekerja sma untuk menaikkan produksi, ekspor dan revenue sehingga tercipta ekonomi yang sehat. Penyelesaian masalah politik kami sudah menghabiskan banyak waktu dan mungkin masih butuh banyak waktu lagi. Sedangkan kita tidak bisa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat: pangan, obat, bahan bakar, listrik, pendidikan, gaji dan lainnya.”

Resolusi bersama dari Uni Eropa, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Liga Arab dan Uni Afrika pada Jumat (23/9) dibuat untuk mengakhiri kekerasan di Libya serta mendorong pengembangan industri minyak saat ini. (Gadih/Bloomberg)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login