IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Turunnya Harga Minyak Picu Kuwait Pangkas Anggaran Belanja

Turunnya Harga Minyak Picu Kuwait Pangkas Anggaran Belanja

Written By Indopetro portal on Monday, 19 September 2016 | 16:59

indoPetroNews- Anjloknya harga minyak mentah di pasar dunia berimbas pada pemotongan anggaran. Bahkan memicu defisit anggaran pada 2017. Hal ini dirasakan oleh negara Teluk, seperti Kuwait.

Kuwait hanya akan mengalami defisit anggaran sementara. Namun pada tahun 2019 negara ini diprediksi bakal kembali surplus.

Laporan terbaru dari BMI Research menyebutkan jumlah utang pemerintah masih bisa diabaikan selama satu dasawarsa mendatang meski harga minyak tetap rendah, rata-rata US$ 67 per barel.

"Pemerintah Kuwait akan mencari sumber pendapatan dari sektor non-minyak, termasuk menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) seperti sudah disepakati enam negara Arab Teluk paling lambat 2018. Kuwait juga telah menghapus subsidi bahan bakar," demikian laporan BMI Research.

Kendati demikian, ungkap BMI Research, upaya-upaya itu tidak akan mampu menutup kekurangan pendapatan dari sektor minyak.

"Kami memperkirakan total pendapatan Kuwait bakal kembali ke level 2014 (sebelum harga minyak jatuh) hanya di akhir dekade ini," lanjut laporan tersebut.

Menurut the Sovereign Wealth Fund Institute, hingga akhir tahun lalu, cadangan dimiliki Kuwait di luar negeri senilai US$ 592 miliar, cukup untuk menutup defisit tengah dihadapi.

Lebih BMI Researh menjelaskan bahwa dengan melorotnya harga minyak dan sedikitnya pemotongan anggaran, Kuwait akan tetap mengalami defisit tahun depan. "Dalam pandangan kami, Pemerintah Kuwait hanya akan menghadapi defisit tiga tahun (2016, 2017, dan 2018)," ujar BMI Research. "Mulai 2019, harga minyak akan pulih dan itu cukup untuk mengembalikan anggaran negara menjadi surplus.

Seperti lima negara Arab Teluk lainnya - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman - Kuwait mengandalkan pendapatan negara dari penjualan minyak. Lebih dari 90 persen pendapatan Kuwait berasal dari sektor minyak selama lebih dari satu dekade terakhir. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login