IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Upaya dan Strategi Pemerintah Genjot Pengembangan BBN

Upaya dan Strategi Pemerintah Genjot Pengembangan BBN

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 September 2016 | 15:05

indoPetroNews- Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah mendongkrak penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) biodisel sebagai uji coba dan mengantisipasi perubahan masa akan berakhirnya energi fosil.

"Biodisel sedang dibicarakan dengan Pak Rida Mulyana, Dirjen EBTKE, tentang B20. Kita baru akan mulai dari angka 600 atau 625. Itu baru dilihat dari formulanya," kata Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (21/9/2016) di Jakarta.

Pemerintah, kata Luhut, berusaha bagaimana supaya sebanyak mungkin, rakyat menikmati solusi yang diberikan. "Karena ada 5 juta ha (hektar) yang dimiliki petani-petani bawah. Jadi kita lihat kalau dia naik 700-800-900 dolar berapa yang mereka dapatkan," paparnya.

Namun bila dia jeblok harganya, pengusaha juga harus bisa back up juga sehingga tetap rakyat tidak dirugikan.

Bagaimana dengan pungutan ekspor alias CPO Fund? "Fund-nya sedang dibicarakan saat ini, pasti akan tambah. Tambah berapa triliun itu. Bisa sampai berapa belas triliun," ujar Luhut, sembari mengimbuhkan bahwa dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan ada pemotongan.

"Dari sumbangan itu, kalau dia naik 50 dolar akan kita potong beberapa dolar. Sedang dipelajari," kata Luhut.

Sebagai catatan, pungutan ekspor atau CPO Fund yang dikumpulkan oleh BPDP Sawit Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk pengembangan program biodiesel saat ini tersedia Rp 1,6 triliun. Jumlahnya akan terus bertambah menyusul masih adanya ekspor CPO hingga akhir 2016.

"Dana sebesar itu cukup untuk menjalankan program biodiesel sawit bulan Agustus, dan kita nilai cukup mengingat masih ada pungutan dalam beberapa bulan ke depan," kata Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurutnya, dengan dana yang tersedia sebesar itu, masih memadai untuk menjalankan program biodiesel sawit sampai akhir 2016 hingga bulan-bulan pertama 2017.

Program biodiesel sawit yang dicanangkan pemerintah sekitar Agustus 2015, tenyata cukup memberikan dampak positif bagi harga minyak sawit mentah (CPO), meskipun dalam beberapa kali terus terkoreksi akibat lesunya pasar minyak nabati di pasar internasional. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login