IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » BPDP Sawit Terus Dukung Pengembangan Program B20

BPDP Sawit Terus Dukung Pengembangan Program B20

Written By Indopetro portal on Tuesday, 4 October 2016 | 09:10

indoPetroNews- Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui program B20 terus berjalan dan ditingkatkan walaupun belum full mencapai B20. Berapa capaian dan serapannya selama kurun Januari hingga Agustus 2016?

“Program B20 baru capai B18 atau B18,5. Sedang total serapan biodiesel dari Januari – Agustus 2016 sebanyak 2,01 juta kilo liter. Ini yang disubsidi dan tercatat oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit. Sedangkan yang diluar subsidi BPDP itu saya katakan sangat kecil karena selisih harganya tinggi,” kata Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Senin (3/10/2016) di Jakarta.

Untuk realiasasi penyaluran biodiesel pada Juni 2016, lanjut Bayu, sebesar 258,7 ribu kilo liter. “Pada Juli 2016 sebesar 215,2 ribu kilo liter. Untuk Agustus sebesar 235.3 ribu kilo liter,” paparnya.

Lebih jauh Bayu mengutarakan bahwa Oktober ini sedang dalam proses penetapan kontrak untuk November 2016 hingga April 2017. Prosesnya sedang berlangsung, tantangannya cukup berat. Karena kapasitas terpasang industri biodiesel saat ini bila dibandingkan pada Oktober 2015 kurang lebih baru sekitar 6 – 7 juta kilo liter.

“Pada April 2016 sudah naik menjadi 9 juta kilo liter. Sedangkan pada Oktober 2016 tercatat sudah mendekati 12 juta kilo liter terpasang. Jadi, kapasitas produksi kita naik sangat pesat. Selama setahun hampir naik 100% kapasitas terpasang,” katanya.

Dalam situasi harga crude oil yang berkisar USD 45 - 50 per barel, sedangkan harga sawit sekitar USD 700 per ton maka, lanjut Bayu, selisih harga antara biodisel sawit dengan solar (fossil fuel) itu antara Rp 5000 – 5500 per liter. “Itulah kira-kira besaran subsidi yang diberikan oleh dana sawit untuk program B20. Jadi, selisih harganya sekitar Rp 5000 sampai 5500. Dan ini tentu angka yang besar,” tandasnya.

Diakui Bayu, walaupun kapasitas biodiesel terpasang 12 juta kilo liter dan naik 100% namun tantangan Indonesia untuk bisa mengekspor biodiesel tidak mudah. “Faktanya sangat susah untuk bisa mengekspor biodiesel sawit karena harga yang jauh di atas harga minyak bumi,” tegas Bayu.

Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan visi sustainability dan keramahan lingkungan. “Milih fossil fuel yang tidak ramah lingkungan dengan harga murah atau memilih biodiesel yang lebih ramah lingkungan walaupun mahal. Di sini yang masih berproses. Dan program B20 akan tetap kita dukung dengan dana sawit,” ujarnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login