IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Efisiensi dan Manajemen Fuel Mix Tingkatkan Kinerja PLN

Efisiensi dan Manajemen Fuel Mix Tingkatkan Kinerja PLN

Written By Indopetro portal on Monday, 3 October 2016 | 09:13

indoPetroNews- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) telah menerbitkan laporan keuangan per 30 Juni 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, Firma anggota jaringan global PwC di Indonesia. Bagaimana hasil auditnya?

“Pendapatan penjualan tenaga listrik PLN selama enam bulan pada 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp3,2 triliun atau 3,15% sehingga menjadi Rp104,7 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp101,5 triliun,” kata Agung Murdifi, Manajer Senior Public Relations PLN kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Senin (3/10/2016) di Jakarta. Pertumbuhan pendapatan tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kilowatt hour (kWh) menjadi sebesar 107,2 terra watt hour (TWh) atau naik 7,85% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 99,4 TWh.

Menurut Agung, peningkatan konsumsi  kWh ini sejalan dengan kenaikan jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan sampai dengan akhir bulan Juni 2016 yang telah mencapai 62,6 juta pelanggan atau bertambah 1,4 juta pelanggan dari akhir tahun 2015 yaitu 61,2 juta pelanggan. “Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional yaitu dari 88,3 % pada Desember 2015 menjadi 89,5% pada Juni 2016,” paparnya.

Perusahaan dapat melakukan efisiensi dan penghematan sehingga subsidi listrik pada periode enam bulan tahun 2016 turun sebesar Rp 891 miliar menjadi sebesar Rp26,6 triliun dibandingkan periode yang sama Tahun 2015 sebesar Rp27,5 triliun.

Seiring dengan meningkatnya produksi tenaga listrik, lanjut Agung, beban usaha perusahaan naik sebesar Rp1,9 triliun atau 1,66% menjadi Rp119,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,8 triliun.

“Penambahan beban usaha masih lebih kecil dibanding pertumbuhan pendapatan karena PLN terus melakukan program efisiensi melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar,” ungkap Agung.

Efisiensi terbesar, lanjut Agung, dapat dilihat dari berkurangnya biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp8,4 triliun sehingga pada 2016 menjadi Rp10,4 trilliun atau 44,52% dari tahun sebelumnya Rp18,8 trilliun, terutama dikarenakan penurunan konsumsi BBM 0,6 juta kilo liter sehingga pemakaian sampai dengan Juni 2016 sebesar 2,2 juta kilo liter.

EBITDA (Earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) atau alat pengukur nilai sebuah bisnis, perusahaan selama periode enam bulan Tahun 2016sebesar Rp.30,2 triliun, naik sebesar Rp.3,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.26,9 triliun. Hal ini, imbuh Agung, menunjukkan peningkatan kinerja PLN dalam melakukan efisiensi dan perbaikan kemampuan pendanaan internal perusahaan. Perbaikan kinerja PLN pada periode enam bulan tahun 2016, mengantarkan PLN dapat mencetak laba bersih sebesar Rp.7.9 triliun. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login