IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Gubernur Bank Sentral Irak : Akibat Turunnya Harga Minyak, Devisa Irak Anjlok US$ 50 Miliar

Gubernur Bank Sentral Irak : Akibat Turunnya Harga Minyak, Devisa Irak Anjlok US$ 50 Miliar

Written By Indopetro portal on Thursday, 6 October 2016 | 15:46

indoPetroNews- Anjloknya harga minyak mentah di pasar dunia sejak medio 2014 menyeret sejumlah negara pada defisit anggaran perbelanjaannya. Irak adalah salah satu negara yang terimbas dahsyat dampak fluktuasi harga emas hitam tersebut.

"Cadangan devisa Irak telah anjlok menjadi US$ 50 miliar," kata Gubernur Bank Sentral Irak Ali al-Alak, seperti dilansir surat kabar resmi As-Sabah, Rabu (5/10/2016).

Menurut IMF (Dana Moneter Internasional) Januari lalu, cadangan devisa Irak masih US$ 59 miliar pada akhir Oktober 2015.

Seperti negara-negara Arab pengekspor minyak lainnya, Irak mengalami defisit lantaran melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Situasi ini kian diperparah karena mewabahnya korupsi dan perang tengah dilancarkan terhadap milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi Selasa (4/10/2016) mengumumkan rencana mengurangi defisit hingga 38 persen tahun depan, dengan cara mengurangi belanja negara dan meningkatkan ekspor minyak. Hal ini berdasarkan prediksi harga minyak mentah dunia bakal melonjak. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login