IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kepala SKK Migas: Penggunaan TKA Tidak Lebih 4% di Industri Hulu Migas

Kepala SKK Migas: Penggunaan TKA Tidak Lebih 4% di Industri Hulu Migas

Written By Indopetro portal on Wednesday, 5 October 2016 | 14:04

indoPetroNews- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan komitmennya untuk tetap mengoptimalkan penggunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam kegiatan operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

Selama delapan tahun terakhir, SKK Migas berhasil mempertahankan rasio penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak lebih dari 4%.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diemban untuk mengelola kegiatan industri hulu migas nasional, SKK Migas berkomitmen penuh untuk mengembangkan kapabilitas dan kapasitas Nasional dalam bidang Sumber Daya Manusia,“ ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi saat membuka acara Rapat Kerja Komunitas SDM Hulu Migas Nasional SKK Migas – Kontraktor KKS 2016 (HR Summit 2016), pada Rabu (5/10/2016) di Bandung, Jawa Barat.

Data SKK Migas menunjukkan pada 2015, jumlah TKI pada industri hulu migas mencapai 31.742 (sekitar 97%) orang sedangkan jumlah TKA hanya 1.022 (sekitar 3 %). Jumlah penggunaan TKI selama 10 tahun terakhir memang mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya kegiatan operasi yang ada di Kontraktor KKS. Sebaliknya, tren penggunaan TKA selama 10 tahun terakhir cenderung konstan, meskipun banyak proyek besar yang saat ini sedang berlangsung.

Komitmen mengoptimalkan TKA tetap dipegang SKK Migas setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bentuk komitmen tersebut antara lain dengan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi HULU MIGAS (LSP HULU MIGAS) yang mewadahi kegiatan pengembangan kompetensi SDM Hulu Migas Nasional melalui program sertifikasi kompetensi-kompetensi yang ada pada kegiatan industry hulu migas.

Pada saat ini profesi di bidang Supply Chain Management (SCM) sedang dilakukan sertifikasi. Sedangkan untuk profesi Pengawas Lifting dan SDM sedang dipersiapkan oleh Tim dengan bekerjasama dengan LSP HULU MIGAS.

HR Summit merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan SKK Migas dan Kontraktor KKS.Tema yang dipilih tahun ini adalah“Creative HR Interventions in New Normal Business Situation”.Pilihan tema ini relevan dengan tantangan yang dihadapi industri hulu migas saat ini di tengah rendahnya harga minyak dunia.

Amien mengatakan di tengah situasi penuh tantangan ini, praktisi SDM dituntut untuk dapat secara pro-aktif memberikan solusi kreatif terkait manajemen SDM, karena akan sangat membantu bisnis dalam mencapai tujuannya.

Dia juga mengatakan, kondisi saat ini meletakkan manajemen SDM Nasional dalam suatu situasi yang New Normal, yaitu suatu situasi yang didefinisikan sebagai suatu keadaan standar bisnis yang berbeda atau berubah, menggantikan standar-standar yang berlaku sebagai acuan sebelumnya.

“Standar-standar baru perlu dianalisis dan ditetapkan oleh organisasi dalam menyikapi terjadinya perubahan dari eksternal organisasi,” ujarnya.

The new normal tidak hanya relevan bagi profit oriented organizations namun juga berlaku bagi SKK Migas. Sebagai pengemban amanat dari Undang-Undang dan Pemerintah untuk mengelola industri hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama, SKK Migas tidak pernah berhenti untuk berbenah diri.

Keputusan untuk menyederhanakan birokrasi dan mendigitalisasikan berbagai kegiatan administrasi yang kami mulai lebih dari satu tahun yang lalu merupakan bentuk “the new normal” bagi SKK Migas untuk meningkatkan kecepatan respon dan pengambilan keputusan. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login