IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Kepala SKK Migas : Ternyata Pertamina Mampu Buat Anjungan Lepas Pantai Sendiri

Kepala SKK Migas : Ternyata Pertamina Mampu Buat Anjungan Lepas Pantai Sendiri

Written By Indopetro portal on Thursday, 13 October 2016 | 13:41

indoPetroNews- Dengan adanya proyek instalasi anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE)-24, yang merupakan bagian dari lapangan terintegrasi tahap pertama (Proyek EPCI-1) di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) maka produksi minyak dan gas (migas) akan meningkat.

“Ini tentu sesuai dengan KPI (Key Performance Indicators) SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi). KPI SKK Migas adalah kumpulan dari seluruh KPI KKKS. KPI nya adalah target lifting 2017 ditetapkan oleh pemerintah dan DPR. Untuk minyak 815.000 barel per day. Sedangkan untuk gas bumi 1.150.000 setara minyak per hari. Kalau awal tahun depan bertambah maka ini sesuai dengan dan membantu KPI kita,” kata Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi kepada wartawan, Rabu (12/10/2016) di anjungan lepas pantai PHE-24 (terletak sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jawa Timur).

Bila cost-nya dapat ditekan lebih rendah dari perhitungan-perhitungan awalnya sejalan dengan penurunan harga minyak mentah, lanjut Amien, hal tersebut masuk ke KPI yang lain, di mana cost recovery oleh pemerintah dan DPR sudah ditetapkan pada 2017 sebesar US$10,4 miliar. Jadi, kalau cost-nya dapat dilaksanakan dengan opsi yang lebih rendah tanpa mengkompromikan HSE (Health and Safety Environmental) maka akan mendukung KPI secara keseluruhan.

Dia juga menandaskan bahwa proyek instalasi anjungan lepas pantai PHE-24, juga menjadi bukti bahwa Pertamina mampu membangun dan mendesain platform anjungan sendiri. Seperti diketahui, lanjut Amien, SKK Migas pada 12 Agustus 2016 mengeluarkan edaran tentang kewajiban penggunaan galangan kapal dan atau fabrication shipyard dalam negeri.

Inti bunyinya adalah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) wajib mensyaratkan kepada penyedia barang/jasa untuk melakukan pekerjaan di dalam negeri dalam hal melakukan pembangunan/pemeliharaan anjungan lepas pantai, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), FSO (Floating Storage and Offloading), Floating Storage Regasification Unit (FSRU), FLNG (Floating Liquefied Natural Gas) dan juga fasilitas sejenisnya termasuk membangun kapal baru/konversi kapal baru dan lain-lain.

Dengan proyek PHE 24 ini, imbuh Amien, maka berarti Pertamina telah memenuhi apa yang ada dalam surat SKK Migas. “Ini menjadi bukti bahwa ternyata Indonesia mampu. Ke depan SKK Migas akan tetap mengawasi keseluruhan terkait pembuatan galangan, maupun pemeliharannya yang dipersyaratkan dibuat di dalam negeri,” kata Amien. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login