IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pemerintahn Skotlandia Menolak Rencana Gasifikasi Batubara

Pemerintahn Skotlandia Menolak Rencana Gasifikasi Batubara

Written By Indopetro portal on Friday, 7 October 2016 | 11:04

indoPetroNews- Pemerintahan Skotlandia meminta pencabutan enam izin untuk pendanaan gasifikasi batubara bawah tanah (UCG – underground coal gasification) setelah dinyatakan dapat membahayakan lingkungan dan iklim oleh para analis pada Kamis (6/10).

“Pemerintahan Skotlandia melihat UCG dapat menyebabkan resiko lingkungan yang banyak dan serius, atas dasar itulah Pemerintahan Skotlandia tidak dapat mendukung teknologi tersebut,” kata Menteri Lingkungan Skotlandia Paul Wheelhouse, dikutip oleh The Guardian.

“Oleh karena itu, UCG tidak akan dapat berpartisipasi dalam energy mix Skotlandia untuk saat ini,” kata Wheelhouse menambahkan. Disebutkan pula keputusan ini didasari oleh laporan ahli dari Mantan Direktur Eksekutif Scottish Environment Protection Agency, Prof. Campbell Gemmell.

UCG sudah ditempatkan di bawah moratorium sambil menunggu hasil kajian mandiri. Penangguhan horizontal fracking di Inggris, sementara itu, dicabut pada 6 Oktober, walaupun para menteri Skotlandia memperkirakan hasil keputusan akhir akan dibuat nanti tahun ini.

Teknik UCG melibatkan pembakaran secara kimia lapisan batubara, yang melimpah di bawah tanah seperti halnya Firth of Forth dekat Edinburgh dan Solway Forth di utara Carlisle. Setelah pembakaran dilakukan dengan sempurna di bawah kondisi terkontrol, gas yang kaya akan metana akan terlepas dari permukaan tanah lalu ditangkap sebelum gas tersebut diproses.

Pendukung UCG mengklaim bahwa UCG lebih bersahabat dengan lngkungan sehingga dapat mengurangi emisi karbon dioksida bila dibandingkan dengan penambangan batubara tradisional. Selain itu, pendukung UCG Skotlandia percaya bahwa teknik ini dapat membantu negara dalam ketahanan energi yang besar dan mengurangi ketergantungan impor.

“Dengan fracking, batubara bawah tanah berpotensi menambah ribuan lowongan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi saat industri minyak dan gas bumi North Sea mengalami penurunan,” kata juru bicara Scottish Conservative Alexander Burnett seperti yang dideskripsikan oleh The Daily Record.

Namun teknologi UCG masih terbilang sangat baru di Skotlandia, belum banyak diuji coba, dan dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun sebelum disetujui oleh regulator Inggris. Salah satu dari dua pengembang UCG di Skotalndia – Five Quarter – bahkan berhenti dari bisnis tersebut tahun ini.

Para pengamat lingkungan berargumen bahwa UCG tidak aman dan membahayakan lingkungan. Selain itu teknik ini pernah dituntut oleh kejaksaan kepada suatu pengembang di Queensland, Australia, terkait adanya kontaminasi dan kebocoran yang langsung mengenai lingkungan.

“UCG punya sejarah dengan insiden kontaminasi, pengikisan tanah dan kecelakaan industri. Kami menantikan gerak cepat dari Pemerintahan Skotlandia untuk melarang gas fracking dan pemboran coalbed methane setelah kasus ini selesai ditinjau,” kata pimpinan kampanye Friends of the Earth Scotland, Mary Church. (Gadih)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login