IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pengamat : Kelangkaan BBM Marak Terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Pekanbaru

Pengamat : Kelangkaan BBM Marak Terjadi di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Pekanbaru

Written By Indopetro portal on Wednesday, 19 October 2016 | 16:01

indoPetroNews- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Tanah Air bukan isapan jempol. Pasalnya, kejadian ini bukan saja terjadi di satu wilayah tapi sudah meluas ke beberapa daerah. Sebut saja misalnya di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Bahkan, di Pekanbaru Premium dan Pertalite juga sempat langka, termasuk Pertamax 92.

Karena kelangkaan BBM jenis Premium tersebut, masyarakat tidak memiliki pilihan lain. Mereka terpaksa menggunakan Pertamax Plus. Inilah fakta yang terjadi di masyarakat seiring diluncurkannya Pertalite, jenis BBM baru oleh Pertamina.

Di satu sisi, Pertamina mengklaim masyarakat sangat tertarik menggunakan Pertalite, karena selain ramah lingkungan, harganya tidak beda jauh dengan Premium. Pertamina seolah melupakan bahwa kewajiban penyediaan Premium merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, bahwa Premium tergolong dalam jenis BBM khusus penugasan sehingga menjadi hak rakyat untuk menikmatinya. Kelangkaan Premium tersebut juga jelas melanggar Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menanggapi kelangkaan tersebut, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengaku telah menanyakannya kepada Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang. Menurut Ahmad yang sedang berada di Papua mendampingi Presiden, stok Premium saat ini masih banyak.

“Stok premium kami sekarang over, biasanya 16 - 17 hari, kini 23 hari. Tidak ada alasan kami tahan. Silakan komunikasikan ke kami, mau formil lewat Hiswana atau informil langsung ke saya,” jawab Ahmad.

Namun, jawaban Ahmad tersebut, menurut Yusri, tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena faktanya kelangkaan di berbagai daerah khususnya Sumatera adalah nyata dan berdasarkan fakta di lapangan. Apalagi, Ahmad tidak bisa memberikan data antara permintaan SPBU dengan realisasi pengiriman dari depo UPMS.

"Pertamina cenderung menjerumuskan Presiden karena telah melanggar peraturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri," kata Yusri kepada wartawan, Rabu (19/10/2016) di Jakarta. Maka hal itu, tandas Yusri, artinya Ahamad Bambang diduga telah "menjurumuskan" Presiden. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login