IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » PLN Disjaya Sediakan 213 SPLU untuk Layani Kendaraan Tenaga Listrik

PLN Disjaya Sediakan 213 SPLU untuk Layani Kendaraan Tenaga Listrik

Written By Indopetro portal on Tuesday, 4 October 2016 | 12:52

indoPetroNews- Berbagai upaya dan terobosan dilakukan untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan energi konvensional. Salah satunya dengan memasyarakatkan kendaraan tenaga listrik.

"Kita telah menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di 219 titik di Jakarta dan Kepulauan Seribu," kata Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Disjaya, Leo M. Basuki dalam presentasinya pada acara Business Update Kelistrikan Jakarta, yang diselenggarakan PLN Distribusi Jakarta Raya, Selasa (4/10/2016) di Jakarta.

Leo Basuki menambahkan bahwa pihaknya juga menyediakan express power services atau power bank dengan kapasitas 250 Kilo Volt Ampere (KVA). "Desainnya lebih kompak dan stylist sehingga dapat maksimal dipergunakan," katanya. Jadi, para pengguna kendaraan listrik, baik mobil dan sepeda listrik tidak perlu khawatir lagi akan kekurangan listrik di tengah jalan.

Sebagai catatan, mobil listrik memiliki beberapa keunggulan atas mobil berbahan bakar tradisional. Yang paling jelas dan paling sering dibicarakan adalah mobil listrik 100% bebas emisi. Hal ini berarti tidak seperti mobil berbahan bakar konvensional lain, mobil listrik tidak memberikan kontribusi terhadap dampak perubahan iklim. Mobil listrik jauh lebih hemat energi dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional.

Meskipun mobil listrik memiliki beberapa keuntungan potensial seperti yang telah disebutkan, tapi penggunaan mobil listrik secara meluas memiliki banyak hambatan dan kekurangan.

Sampai pada 2011, harga mobil listrik lebih mahal bila dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran biasa dan kendaraan listrik hibrida karena harga baterai ion litium yang mahal. Meskipun begitu, saat ini harga baterai mulai turun karena mulai diproduksi dalam jumlah besar.

Faktor lainnya yang menghambat tumbuhnya penggunaan mobil listrik adalah masih sedikitnya stasiun pengisian untuk mobil listrik, ditambah lagi ketakutan pengendara akan habisnya isi baterai mobil sebelum mereka sampai di tujuan.

Beberapa pemerintah di beberapa negara di dunia telah menerbitkan beberapa insentif dan aturan untuk menanggulangi masalah ini, yang tujuannya untuk meningkatkan penjualan mobil listrik, untuk membiayai pengembangan teknologi mobil listrik sehingga harga baterai dan komponen mobil bisa semakin efisien. Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan dana hibah sebesar US$2,4 miliar untuk pengembangan mobil listrik dan baterai.

Pemerintah China mengumumkan mereka akan menyediakan dana sebesar US$15 miliar untuk memulai industri mobil listrik di negaranya.Beberapa pemerintah lokal dan nasional di banyak negara telah menerbitkan kredit pajak, subsidi, dan banyak insentif lainnya untuk mengurangi harga mobil listrik dan mobil plug-in. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login